First Criminal Record

LITTERING!

So Hardcore

Sooo hardcooore..

Ahahahaa.. I know, right? So hardcore. Jadi cerita lengkapnya adalah begini. Suatu malam, layaknya malam seperti biasa, gue nyamperin night watch di gedung gue, to take my mails. When I looked at it, gue dapet panggilan dari polisi Le Creusot, Police Municipale. Gue udah panik sendiri aja, jangan-jangan gue mau ditahan di penjara. Terus gue tanya ke watchman-nya, kira-kiraini gue kenapa ya, soalnya di dalem surat panggilannya sendiri ga dibilang apa dan kenapanya. Si watchman bilang it might be nothing, paling cuman urusan perdokumenan gara-gara gue pelajar asing. Oh oke, at that time, gue lagi sama temen gue dan dia sedang go through all the mails, looking for his. Terus sambil gue liatin mailbox-nya, ternyata banyak juga yang dapet surat panggilan dari police municipale. Alhasil, gue setidaknya sedikit tenang gara-gara ada teman.

Begitu gue sampe kamar, temen gue nge-ping gue, nanyain apakah gue sudah ngambil surat. Gue bingung surat apa, she told me the letter that our college secretary told us to take from the night watchman. Terus, gue bilang I did, dan gue nyadar bahwa there was a convocation letter addressed to her. One after another, gue ambilin suratnya buat dia, and we talked for a while, thinking what we might have done wrong. Actually, there’s another guy yang dipanggil which is orang Indonesia juga, let’s not say name (:P). Nah, pas gue tau bahwa yang dipanggil itu kita bertiga, I was trying to find something in common between the three of us. Satu-satunya koneksi yang kuat adalah kita sekelompok di project yang paling gede selama semester satu dan workload grup kita lumayan gede. Kita bahkan mikir people from other groups reported us, for being this or that. LOL

Well, anyway, the next day (today), we went to the police municipale office. Pas di perjalanan, gue kepikiran untuk pura-pura ga bisa bahasa Prancis, biar si polisinya menyerah dan membiarkan kita pergi. Sayangnya, begitu nyampe gue lupa strategi itu dengan langsung nanya-nanya polisinya pake bahasa Prancis. Akhirnya, kita disuruh masuk ke kantornya dan dia jelasin alasan kenapa kita di sana. Dia bilang ini ada urusannya dengan sampah di depan residence kita.

Jadi, sebelum liburan natal, biasanya itu ada tong sampah gede di depan residence yang mana itu adalah tempat kita buang sampah kita selama ini. Tapi setelah liburan natalnya beres, tiba-tiba tempat sampah gede itu hilang! Alhasil banyak orang bingung mau buang sampah di mana, including me at the time. Nah pas mau buang sampah, gue liat ada tumpukan sampah di sekitaran situ, akhirnya gue buang bersama tumpukan itu. Dan lama-kelamaan emang jadi banyak sampah numpuk di sana.

Kembali ke pak polisi. Dia ampe bilang bahwa dia punya bukti foto. Pas dia bilang gitu, gue ama temen-temen gue langsung shock. Damn, jangan-jangan ada bukti foto while we’re littering. Terus si pak polisinya ngeluarin kameranya dan nunjukin fotonya. Thank God, it was only a stack of the trash. Terus jadi bingung ga sih, kenapa kita yang dipanggil, why us three? Ternyata polisinya ngebongkar-bongkarin sampahnya dan menemukan sampah letter atau package yang ditujukan ke kita bertiga. Itulah alasan mereka bisa tau itu kita.

After that, dia jelasin sesuatu regarding fine, cuma he spoke too quickly I couldn’t get the whole thing. I asked him to talk slower. Terus, dia malah ngeluarin buku fine gitu yang isinya ada nominal-nominal fine. I was so afraid that we were going to be fined. Ternyata dia ngeluarin itu buat jelasin bahwa biasanya kalo ada masalah begini, bakal ada denda buat citizennya. Tapi, for this time, karena yang littering banyak, kita pelajar luar negeri, dan ini peringatan pertama, we wouldn’t be fined. Gue langsung berdiplomasi lah, bilang makasih dan kami sangat-sangat menyesal dan tidak akan mengulangi lagi, dll dll. So, at the end, he asked me to write our name. Cuma buat report aja sih katanya, that we came at that time regarding something. After that, I explained what happened to my friends (snce they don’t speak French), and we went home happily.

Ahahaa. SO hardcore, right? LOL. Gue gatau apakah ini akan masuk criminal record gue atau gimana, yang pasti that was quite exciting. Another life experience in Le Creusot. Terus, gue kepikiran kalo kejadian di Indonesia. Gila, kalo di Indonesia mah ga mungkin polisinya mau membiarkan kita lepas begitu saja, pasti dimaen-maenin dulu di kantor polisinya disuru bayar ini itu, dll. But, it wouldn’t happen in Indonesia in the first place since sampah itu ada di mana-mana, ga mungkin ada yang bukain satu-satu ngecek siapa yang buang sampahnya. LOL.

Okay, that’s all, I guess. I’m sure it wasn’t as interesting as you thought it would be, but still a blogpost worth. Lagian udah lama ga nulis di blog. Just to update you, sekarang ini lagi musim ujian dan entah kenapa pas lagi musim ujian ini, tugasnya juga banyak. Jadi, kuliah gue ini sibuknya justru di akhir semester instead of di tengah2 semester, which I find a little bit weird. Tapi ya sudahlah, nikmati saja. :)

Cheers!

Advertisement